Minggu, 09 Agustus 2015

Ucapan Selamat Natal

Saat kecil saya bersekolah di TK umum, saya membaur bersama teman2 muslim. Saat akan memulai pelajaran, saat makan dan saat pulang sekolah kami selalu membaca doa secara muslim dan disuarakan secara keras bersama2.
Saat itu saya tidak mengenal perbedaan, saya tau saya kristen dan teman2 beragama islam, tapi lebih dari itu yang saya pahami, kami sedang melantunkan doa bersama2 untuk memohon hal2 yang baik.. bahkan sampai detik ini saya hapal doa2 itu, sekalipun mungkin beberapa frase doa saya lupa. Saya sangat menikmati masa2 itu, dan lagi2 saya merasa tidak ada yang berbeda, semua berlalu tanpa membuat saya harus berfikir berat tentangnya.
Saat SD saya rajin membaca Alkitab dan hapal kisah2 Nabi. Adam Hawa, karena dosa dibuang ke bumi dan hubungan Tuhan danManusia putus. Bencana banjir yang mengubah seluruh peta dunia zaman Nuh. Bapa Abraham (Ibrahim) yang menjadi bapa segala umat, dimasa tua memperanakan Ismail dan Ishak. Ismail bersama ibunya Hajar pindah ke dataran Arab sementara Ishak melanjutkan keturunan dengan memperanakan Esau dan Yakub. Yakub merebut hak kesulungan Esau, kemudian lari dan memperanakan 12 anak cikal bakal bangsa Israel. Salah satu anak Yakub yakni Yusup dijual ke pedagang Potifar dan dengan tuduhan jahat istrinya, Yusuf di buang ke Mesir. Karena kecerdasan nya Yusuf menjadi Raja Mesir. Saat Yakub dan keturunan nya terkena bencana kelaparan pindah ke Mesir untuk minta pertolongan Yusuf. Israel terpecah menjadi dua, yakni mereka yang hijrah ke Mesir, dan Yudea Samaria yang tetap bertahan di Kanaan ( palestina) yang nantinya oleh Israel dipandang bangsa yang rendah. Setelah Yusuf meninggal, Israel dijajah oleh Mesir, dan kemudian dibebaskan oleh Musa. Musa tidak berhak masuk Kanaan karena dosa dqn wafat di gunung Moab, setelah itu Israel mampu merebut tembok Yeriko dipimpin oleh Yosua. Setelah merebut Kanaan dari Filistin (diduga bangsa ini ditambah dengan penduduk pulau Kreta yang pindah ke Kanaan kemudian dikenal sebagai bangsa Palestina). Israel dipilihkan raja oleh nabi Samuel, dari raja Saul kemudian beralih ke Daud, dari Daud dilanjutkan ke anaknya yakni Salomo (Sulaiman). Setelah Salomo meninggal, Israel jatuh kembali ke jaman penjajahan mulai dari Babel sampai di abad pertama Masehi dijajah oleh Romawi. Saat kekuasaan Romawi, Israel dipimpin oleh 3 pilar, Raja Romawi sebagai federal, Raja daerah yakni Herodes, dan pemimpin Agama yakni Imam Agung. Israel hidup menderita dan mendambakan kembalinya kemerdekaan politik, dan berharap ratusan tahun menunggu Mesias membebaskan politik mereka.
Hadir Yohanes (Yahya) mewartakan akan ada penyelamat yang akan membebaskan Israel yakni Yesus (Isa). Israel berfikir Yesus memerdekakan politik, sementara Yesus hendak memerdekakan Iman yang sudah lama kehilangan intisari Ketuhanan. Saat kejatuhan Adam dan Hawa, Tuhan mengutuk ular.

"Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini ( hanya pada perempuan, karena akan lahir isa dari rahim perempuan tanpa campur tangan laki2), antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya (perempuan) akan meremukkan kepalamu, dan engkau ( ular) akan meremukkan tumitnya (isa disalip dengan paku di tumitnya)."

Israel kecewa karena ternyata Yesus tidak memerdekakan politik sehingga menyerukan untuk menggantinya dengan Barabas yang memang saat itu di penjara karena memberontak pada romawi. Saat itu Isa di Salipkan (pidana paling hina jaman itu) dengan tanpa putusan bersalah, tapi karena ketakutan Romawi jika seruan Imam dan rakyat Israel tidak dipenuhi, perang pemberontakan akan pecah. Beberapa penggalan cerita alkitab ini identik dengan cerita2 nabi dalam ajaran Islam.

Dengan modal tau tentang alkitab, saat pelajaran agama Islam SD saya tidak pernah absen. Saya selalu mengikuti dan Bu guru agama Islam Bu Rohmaniar begitu sayangnya pada saya sampai detik ini. Saya banyak mengkomparasi cerita, dan saat diajarkan cerita2 nabi sedikit banyak saya paham karena cerita nabi dalam ajaran Kristen dan Islam tidak banyak berbeda. Uniknya, pelajaran agama Islam salah satu pelajaran favorit saya.
Menginjak SMP dan SMA, saya mulai mengenal perbedaan. Salah satunya saat mengucap salam. Dari TK saya terbiasa mengucap salam "assalamualaikum" yang dalam bahasa Ibrani dilogatkan dengan kata "Shalom aleichem" yang artinya saya berdoa semoga kamu sejahtera. Mendadak kebiasaan itu berubah saat SMP, karena ternyata jika kami yang berbeda agama mengucap salam, temen2 yang muslim tidak wajib menjawab salam. Jadi sejak saat itu saya menunggu dulu teman saya mengucap salam, dan pasti saya membalas menjawab " waalaikumsalam" sampai saat ini saya selalu terapkan. Saat membeli makanan, saya harus memastikan pemotong ayam nya harus laki2 muslim baru temen2 halal memakan makanan itu. Banyak perbedaan yang kemudian saya kenal dan itu tidak mengganggu saya. Saya senang hati berbagi dengan semua itu.
Termasuk saat menjelang Natal seperti sekarang, banyak bermunculan perdebatan mengenai ucapan selamat Natal oleh umat Muslim pada umat Kristen. Di balik pandangan saya yang mendalam "Natal" itu berarti lahir, semacam mengucapkan selamat ulang tahun, dan berdasar pada keyakinan yang sama bahwa Isa pernah dilahirkan menurut hemat pribadi saya itu harusnya wajar. Namun kembali lagi itu adalah Aqidah, seperti saat kita orang Kristen semisal diminta membaca syahadat muslim. Frase pertama yang mengaku tiada Tuhan selain Allah mungkin saya tidak keberatan, namun frase kedua yang menyebut Nabi Muhammad SAW utusan Allah, pasti orang kristen keberatan karena kitab sucinya tidak merujuk pada kenabian Nabi Muhammad SAW. Ini aqidah dan itu bersifat mutlak. Kelahiran Isa dalam konteks Tuhan tidak menjadi aqidah dari teman2 muslim sehingga, mengucapkan natal menjadi tidak sah untuk dilakukan.
Melalui ulasan ini, saya pribadi sangat mengerti jika saudara muslim tidak dapat memberi ucapan selamat natal, saya yakin dalam hati dan tindakan saudara muslimku, penghargaan untuk saya dapat merayakan perayaan agama saya, tetap tinggi dan hormat. Agamaku adalah agamaku, dan agamamu adalah agamamu. Sekali lagi jangan lah hanya karena ucapan membuahkan konflik. Tidak ada syarat harus ada ucapan baru ibadah kita diterima Tuhan. Kedepankan KASIH termasuk pada mensukseskan orang lain menjalankan aqidahnya. Saat bersalaman, biarkan saling memberi ucapan selamat berlibur saja, itu bisa menjadi bahan cerita yang justru saling menambah wawasan dari pada memaksakan ucapan natal yang menghilangkan makna kasih Natal.
Selamat Natal saudaraku
Selamat berlibur saudara Muslimku smile emoticon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar