Minggu, 09 Agustus 2015

KANGEN

Kangen... entah sama siapa, tapi rasa itu kuat! Duduk berdua dan mengumbar cerita. Kesepianku bukan karena tanpa kekasih, tapi tanpa berdua dan bercerita.
Menghelai rambut dan mendebat pandangannya, melirik matanya dan menyentil kata-kata lucu hingga membuatnya tertawa terbahak.
Kadang menemuinya dengan ego laki-laki, serasa tak butuh dan berdiri tegak. Dalam hati aku menunduk dan memohon tetaplah disini, disamping! Hanya disamping...
"Apa kabar??" Seperti kata2 yang mewakili keinginanku pada wanita yang mandiri, tanpa rengekan dan derita kewanitaanya. Yakin dengan sangat dia baik2 saja, namun disaat yang sama ingin berucap "terimakasih kamu sudah baik2 saja, menjaga dirimu dengan sangat baik, sangat mengurangi kekuatiranku yang meresah hati". Bukan laki-laki yang pandai merendah diri, selalu menuntut semua orang membungkuk! Namun untuk wanitaku, hasrat mengajak berfikir dan bertukar kata ku tentu adalah bungkukan pundak yang paling rendah, susu dan madu yang manis untuk beberapa waktu mampu membuatmu mengingat, aku ada pernah disampingmu. Maukah terus bersampingan??
Tawaranku bukan sebagai Romeo yang mati2an melabelimu Yuliet, dengan mati meminum racun bersama, menentang semua keadaan pemisah dan menjanjikan pernikahan di surga! Hanya mampu menawarimu duduk bersama, membincangkan kita, soal kanan kiri dan yang harus pasti ada, membuatmu tersenyum, tertawa puas dan ingin berlama-lama, jangan sampai jam berputar terlalu cepat, terus ingin bersama. Menarik lenganku dan lenganmu, untuk jangan pergi! Tetap disini... disamping.
Tentulah, bukan lelaki yang pantas dan baik. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bertanya kabar teman daripada resah memikirkan dirimu. Menuntutmu menjadi wanita hebat dan kokoh padahal belum tentu ak mampu melebihimu, bahkan sering terseok lumpuh dan membebanimu dengan pikiran-pikiran yang mungkin kubuat sendiri. Ego dan haus pengakuan membuatmu menjadi yang kedua untuk difikirkan, habis energi mengejar impian penakhlukan, melanglang buana dengan sasaran-sasaran semu tanpa sempat berfikir kamu sedang apa. Aku lelaki meminta terlalu banyak namun meninggalkan kesan terlalu sedikit... maafkan frown emoticon
Entah ini rasa untuk siapa, tapi malam ini aku memikirkanmu. Memikirkan rasa kangenku, memuncak dan aku ingin ada sapaan yang terhembus padamu, aku membutuhkanmu.
Wanita, kadang menakutkanku, merengut semua petualanganku. Jiwaku terlalu bebas dan kuat hanya untuk menunduk dan berdiri pada titik yang sama. Mereka insan yang terlalu indah untuk dibawa kesana kemari memenuhi hasrat petualangan, terlalu cantik untuk tersakiti, menangis dan meratap. Menaruhmu pada vas yang menawan, duduk diam disana dan dipandang indah selalu menjadi pilihan terbaik, daripada harus melihatmu tercompang camping dengan tusukan duri dan ranting di tengah perjalanan. Rasa kagumku justru selalu menjadi alasanku untuk tidak memetikmu! Selalu...
Kini, menghela nafas, membuka mata... tetap tidak ada dirimu disamping. Terasa kuat entah untuk siapa. Mendalam menusuk, sesekali di saat sedang melandas, sejenak dari perjalanan terbang di udara yang selalu menjanjikan warna-warna, bintang-bintang, pelangi dan kapas-kapas awan nya. Sekali lagi, belum terbang bersama mu...
Wanita, kangen ini ada! Tapi takut ini juga kuat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar