Minggu, 09 Agustus 2015

MENGAPA YESUS DISALIB???

Penyalipan adalah sejarah ribuan tahun dan merupakan pidana paling berat di era Imperium Romawi. Ketika Romawi menjajah semenanjung Arab termasuk di dalamnya Yerusalem, kemudian penyalipan diadopsi untuk menghukum pidana terberat zaman itu. Pidana salib menimbulkan rasa cemar yang luar bisa, sampai beberapa keturunan akan dikucilkan karena keluarganya yang tersalibkan. Pada zaman itu Yesus yang adalah "Sabda Tuhan" disalib dengan rasa hina itu. Lalu siapakah Yesus?
Pada awal penciptaan dunia Tuhan menciptakan manusia dan menamainya Adam dan Hawa yang tinggal dalam Taman Eden. Diceritakan kemudian Ular membujuk Hawa :
"Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." (Kejadian 3:5)

Kemudian manusia tersebut berbuat dosa. Mencoba untuk melampaui batas pengetahuan dan kewenangannya dengan memakan buah pengetahuan yang dilarang. Tuhan menghukum manusia masing2 dari keduanya dengan dosa keturunan. Yang menarik adalah kutukan terhadap Hawa dan bukan terhadap Adam :
"Aku (Allah) akan mengadakan permusuhan antara engkau (ular/iblis) dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Kutukan ini hanya ditujukan pada keturunan dosa dan keturunan perempuan, tidak dicatat disana bahwa Adam (laki-laki) terbeban dalam kutukan tersebut melainkan permusuhan ini akan dibebankan pada keturunan dosa dan keturunan perempuan. Keturunan perempuan yang bukan dari laki-laki ini akan diremukan tumitnya. Kapan itu terjadi? Nubuat ini akan menjadi sebuah Perjanjian Lama dan akan digenapi dalam Perjanjian Baru.
Sejak saat itu Tuhan mengutuk manusia, dan bermusuhan. Tidak ada lagi komunikasi Tuhan dengan manusia saat itu. Dengan terbunuhnya Habil oleh Kain menjadi tanda bahwa dosa itu berlanjut. Kecenderungan dosa ini bahkan makin merajalela hingga Tuhan menurunkan air bah pada zaman Nuh. Sejak setelah banjir besar Tuhan menjanjikan tidak akan mengulangi hukuman besar itu dan pada zaman ibrahim/abraham Tuhan membuat sebuah perjanjian dengan manusia untuk tetap menjaga hubungan antara Tuhan dan Manusia dalam bingkai dosa yang memisahkan keduanya.
Pada zaman Abraham, Tuhan meminta pengorbanan anak. Islam mengakui Ismail yang dikorbankan sementara Yahudi dan Kristen meyakini pengorbanan Ishak. Pengorbanan yang kemudian digantikan oleh domba menjadi awal sebuah Perjanjian antara Tuhan dan Manusia yang kemudian kita sebut sekarang sebagai Perjanjian Lama. Manusia mengorbankan domba dan ternak untuk menjaga hubungan yang baik, ketaatan, dan keselamatan. Suatu masa di depan nanti, Keselamatan ini tidak lagi dijamin dengan seekor domba, tidak lagi dikorbankan melalui anak dari Bapa Abraham melainkan dari keturunan perempuan yang akan diremukan tumitnya yang adalah anak dari Allah Bapa. Tuhan menguji Abraham untuk mengurbankan anaknya, suatu masa di depan Tuhan akan berSabda, dan Sabdanya ini akan menjelma menjadi seorang Anak, Anak yang adalah satu esensi dari Sabda dan Sabda adalah satu esensi dari yang bersabda yakni Allah. Sabda ini tidak diciptakan namun dilahirkan dari perawan, perempuan yang sudah dinubuatkan sejak kejatuhan Adam dan Hawa. Keturunan perempuan dan bukan keturunan laki-laki Karna bukan berasal dari buah seorang laki2, melainkan Sabda Allah.
Sejak Abraham, pesan Tuhan kepada manusia diteruskan dalam garis keturunan Abraham pada klan laki-laki yang kemudian kita kenal dengan sebutan Nabi. Setiap meninggal, seorang Nabi akan menurunkan warisan ini pada laki-laki dalam keturunannya. Abraham diperintahkan untuk keluar dari Urkasdim (daratan khasmir India) dan dijanjikan oleh Allah sebuah tanah Kanaan (palestina) yang akan menjadi tanah Israel (dasar janji Allah inilah yang membuat Israel sampai detik ini mempertahankan dan merebut palestina). Abraham kemudian digantikan kenabiannya oleh Ishak anaknya, kenapa bukan Ismail? Karena ternyata bukan keturunan Ismail yang meneruskan kenabian melainkan Yakub yang adalah anak Ishak. Yakub yang bergelut dengan Allah sampai fajar dan menang kemudian dinamai Israel (teman dekat Allah). Dari Yakub yang kemudian memiliki 12 anak yang menjadi cikal bakal bangsa Israil dengan 12 suku bangsa Israel. Dari Yakub kenabian turun pada anak bungsunya yang dibuang ke mesir yakni Yusuf yang kemudian menjadi Raja Mesir.
Saat Yakub dan israel kelaparan, Yusuf mengundang Israel untuk hijrah ke Mesir. Namun setelah Yusuf meninggal, keturunan Firaun kemudian menjadikan Israel sebagai budak dan selama ratusan tahun dijajah. Munculah Musa, keturunan dari Benyamin salah satu dari 12 anak Yakub meneruskan kenabian Yusuf. Musa mengeluarkan Israel dari Mesir dan mengembalikannya ke Tanah kanaan. Karena dosa pulalah Musa tidak dapat memasuki Kanaan dan mati di gunung Moab. Musa digantikan oleh Yosua (Yusya bin Nun) keturunan dari Efraim anak kedua dari Yusuf memimpin Israel menembus tembok Yeriko dan merebut kembali Kanaan.
Setelah Yosua, Israel dan manusia dibimbing oleh Hakim-Hakim dan bukan nabi. Pada jaman masuknya Yosua ke Kanaan, Kanaan telah dihuni oleh orang Yudea dan Samaria (keturunan Yakub yang tidak ikut hijrah ke Mesir sehingga dianggap Israel kelas dua) dan juga Bangsa Filistin yang datang dari pulau Kreta di laut Mediterania (Filistin ini diduga bangsa Palestina sekarang yang kemudian juga mengklaim Kanaan sebagai tanah pertiwinya), akhirnya pada zaman Hakim-hakim ini Israel berperang terus dengan bangsa Filistin untuk memperebutkan Kanaan (Yerusalem). Sampai kemudian munculnya Daud bin Isai yang masih keturunan Yakup dari Yehuda kemudian menjadi Raja Israel setelah Raja Saul. Daud mengalahkan Goliat (raksasa dari bangsa filistin) dan kemudian mempersatukan Israel hingga menjadi besar. Pada era Daud inilah Bait Allah dibangun dan diteruskan oleh anaknya Salomo (Sulaiman).
Setelah Salomo tiada, Israel pecah runtuh dan kembali diperbudak oleh Babel Persia. Pada masa ini Israel mengalami masa Ratapan yang panjang dan menunggu datangnya kemerdekaan. Kembali nabi-nabi pada masa itu menubuatkan datangnya Mesias sang Juru Selamat untuk memerdekakan Israel. Pada saat itu terjadi pembiasan mengenai "keselamatan". Secara Politik keselamatan diartikan sebagai kemerdekaan dari penjajahan sementara para Nabi menubuatkan Keselamatan yang sudah dijanjikan oleh Allah untuk membebaskan dosa turunan pada masa Adam dan Hawa.
Setelah ratusan tahun mengalami masa penjajahan, tibalah Romawi menguasai semenanjung Arab termasuk di dalamnya penjajahan terhadap Yerusalem Israel. Pada masa itu Romawi mewakilkan kekuasaanya melalui seorang Gubernus Jendral (pada masa penyalipan Pontius Pilatus adalah Gubernur Jendral Romawi untuk Yerusalem). Untuk memperkuat kekuasaannya, Romawi membuat 3 pilar krkuasaan di Yerusalem, yakni Kegubernuran Romawi, Raja Lokal yang dijabat secara turun temurun oleh dinasti Herodes, dan kekuasaan Agama yang diatur sedemikian rupa yakni para Imam Agung Bait Allah. Para Imam bertugas menjaga tradisi Agama lokal dan menekan perilaku pemberontakan dari lokal, Herodes bertugaa memungut pajak dan mengelola pemerintahan, Kegubernuran Romawi sepenuhnya menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Pada awal Masehi, Kaisar Agustus dari Romawi memerintahkan seluruh warga untuk disensus. Saat itulah Yesus dalam kandungan Perawan Maria, mengandung tanpa dibuahi oleh laki-laki (yusuf) datang dari desa Nasaret untuk ikut sensus penduduk di ibukota Betlehem, Yerusalem. Lahir dalam sebuah kandang domba karna bersesakan penginapan penuh, seluruh warga Israel datang ke Ibukota untuk sensus (Jika rajin baca kitab Yahudi maupun Perjanjian lama, kisah ini sudah lama dinubuatkan). Raja2 Majusi dari Timur datang menyembah dan melaporkan pada Herodes, telahlahir anak yang nantinya akan jadi Raja. Herodes ketakutan dan memerintahkan seluruh anak laki2 dibunuh, persis seperti kelahiran Musa Firaun membunuh semua anak laki2. Yusuf Maria melarikan Yesus ke Mesir, dan pada umur 30 tahun Yesus kembali ke Israel.
Warta kelahiran Yesus, isu datangnya Mesias, kerinduan Israel untuk merdeka dan dilakukannya muzizat2 oleh Yesus kemudian mengundang informasi yang berkaitan dengan siapa Yesus? Politik menilai Yesus adalah juru selamat yang membebaskan Israel dari Romawi, Imam Agung yang beratus2 tahun mempelajari Kitab dan menunggu datangnya mesiaa tidak terima kalau ternyata Juru Selamat ini anak Tukang Kayu. Sementara Herodea dan Romawi menilai yeaus sebagai ancaman.
Yesus adalah Sabda Tuhan yang dijanjikan, Sabda itu menjelma menjadi Manusia, tidak diciptakan namun dilahirkan. Harus dilahirkan untuk memenuhi nubuat alah atas kutuk terhadap Hawa, bahwa keturunan perempuan ini akan meremukan kepala ular (dosa) dan keturunan ular akan meremukan tumitnya. Sabda ini satu esensi denga yang mengeluarkan Sabda, Firman Allah adalah satu esensi dengan Allah, maka Sabda Allah itu adalah Allah. Dasar inilah yang menjadikan Yesus bukan Nabi melainkan Firman Allah. Keterbatasan ruang lingkup sejarah, dimana sejarah itu muncul di dataran Mediterania, pengaruh Romawi kemudian begitu besar dalam menjelaskan siapa Yesus. Romawi yang sebelumnya meyakini dewa2 olympus yang dapat beranak pinak, meyakini adanya Zeus yang beranakan dewa2 kemudian menerjemahkan Yesus sebagai Allah anak dan Tuhan sebagai Allah Bapa. Kita tidak mampu melepaskan ajaran agama dari ruang lingkup dan waktu. Istilah bapa dan anak ini adalah saduran lokal, namun! Yesus adalah Sabda yang diperjanjikan sudah dinubuatkan sejak lama bahwa Allah kemudian akan hadir sendiri berupa Sabda, Sabda yang menjadi manusia dan bersama2 dengan manusia mengalahkan dosa, memerdekakan manusia dari kutukan dosa dan menjadikan manusia baru bukan dibedakan lagi dari doas kutukan namun dari pembeda yang baru : Manusia yang diselamatkan atau manusia yang tidak mau menerima keselamatan!
Yesus kemudian dituduh oleh Imam Agung sebagai penista agama, melawan hukum Tuhan karena mengaku sebagai Sabda Tuhan. Nabi-nabi selalu memulai ajaran dengan "Allah berfirman" tapi Yesus selalu mengawali ajaran dengan "Aku berkata kepadamu"! Yesus dinilai mencemarkan agama dan menistakan nama Tuhan dengan ilmu2 sihir menyembuhkan dan membangkitkan orang mati. Yesus ingin menyampaikan Sabda bahwa upah dosa adalah Maut! Namun Tuhan hadir di dunia untuk melawan maut itu, melawan dosa! Membangkitkan orang mati adalah pesan bahwa Yesus punya kuasa untuk melawan dosa.
Imam Agung membawa Yesus pada Gubernur dan mendakwa Yesus menistakan agama. Gubernur tidak mampu mengadili karena penistaan agama bukan wewenang hukum Gubernur, lalu Imam Agung merubah dakwaanya, menuntut Yesus disalibkan karena menjanjikan kerajaan baru, membuat negara baru dan memicu pemberontakan. Pontius pilatus merasa pengadilan atas pemberontakan harus diserahkan kepada Herodes, kemudian Imam Agung membawa Yesus pada Herodes. Yesus berkata "kerajaan ku bukan di dunia ini, melainkan di Sorga! " soal pajak dan pemberontakan yesus juga memberikan penjelasan "berikan hak negara kepada negara, dan hak Tuhan kepada Tuhan". Kemudian Herodes pun tidak mampu mengadili Yesus karena tidak ada pasal yang tepat untuk menghukum Yesus sebagai pemberontak, Herodes menuruh mengembalikan Yesus ke Gubernur.
Yesus berkata kepada Imam Agung "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Imam Yahudi berang bagaimana mungkin Bait Allah yang dibangun sejak Raja Daud akan dihancurkan dan akan dibangun kembali dalam 3 hari?? Imam yang begitu paham kitab menjadi buta akan Firman Tuhan. dan Sabda ini akan dipenuhi pada hari Paskah.
Imam Agung mendesak Gunernur menghukum Salib Yesus namun Pontius Pilatus bingung, tidak ada dasar untuk menghukum Yesus. Di sisi lain, jika yesus tidak dihukum, pemberontakan akan semakin merajalela dan Gubernur akan kehilangan simpati dari Imam Agung yang selama ini menjaga kuat menekan pemberontakan dengan cara tradisi agama. Akhirnya pada hari Paskah sebagai peringatan Eksodus Israel dari mesir, selalu harus ada tahanan yang diberikan pembebasan, akhirnya Pontius meminta masyarakat mengadili sendiri. Siapa yang dibebaskan? Yesus atau Barrabas (Pemberontak Israel yang melawan Romawi)? Rakyat Israel sudah lama merindukan kemerdekaan, mereka kecewa terhadap Yesus yang ternyata tidqk memerdekakan secara Politik. Akhirmya mereka memilih Barrabas dibebaskan, karena Barrabas telah nyata berjuang menjadi pemberontak untuk kemerdekaan, dan meminta Yesus yang disalibkan.
Yesus disalib di golgota dengan paku di pergelangan tangan, dan satu lagi! Paku besar di tancapkan di TUMIT KAKI nya dan meremukannya, sesuai Sabda Allah. Saat Yesus disalib, kubur terbuka dan tirai Bait Allah terbelah dua. Kubur adalah pesan kematian, dan dari penyalipan ini tanda bahwa kematian telah dikalahkan dosa telah dihancurkan. Dahulu, yang berhak melakukan korban adalah Imam Yahudi dan hanya Imam lah yang boleh masuk Ruang Maha Kudus Bait Allah. Korban adalah ritual yang turun temurun sejak Abraham mengorbankan Ishak/Ismail. Ruang Maha Kudus ini dibatasi oleh sebuah kain dan memisahkan Imam dengan Jemaat. Dengan terbelahnya tirai ini tanda bahwa tidak perlu lagi dilakukan Ritual Korban, karena Yesus sendiri sudah menjadi Anak Domba yang disembelih untuk mendamaikan Tuhan dengan Manusia. Ritual Korban sejak saat itu tidak lagi berguna dan Yesus satu2nya kurban, hubungan Manusia dengan Tuhan tidak lagi melalui Nabi atau Imam namun langsung melalui doa. Dan pada Jumat Agung Yesus wafat di atas Kayu Salib di bukit Golgota.
Seperti kata Yesus yang menyuruh merombak bait Allah, dan Yesus sendiri yang akan membangunnya dalam 3 hari. Tiga hari setelah kematiannya, pagi-pagi buta Yesus bangkit dari antara orang mati. Menggenapi seluruh nubuat nabi-nabi bahwa keturunan perempuan ini akan meremukan kepala ular (dosa) dan mengambil alih seluruh kerajaan. Pada detik ini, bukan hanya Bait Allah yang didirikan, umat didirikan di seluruh ujung bumi, kepada mereka yang menerima nubuat KESELAMATAN. Yasus dari Nazaret yang diikuti para orang Nasrani, kemudian dikenal sebagai JURU SELAMAT ANAK DOMBA ALLAH!
Yang telah mati, bangkit dari kuburnya, naik ke Sorga dan nati datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati. Memanggi orang2 yang "selamat" hingga akhir zaman.
Yesus dan kenapa disalib pada Jumat Agung dan bangkit pada minggu Paskah yang kita rayakan hari ini.
SELAMAT PASKAH! DIA SUDAH BANGKIT! SORAKLAH!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar