JUMAT AGUNG merupakan sebuah Revolusi iman bagi pengikut Yesus
Sejak Abraham mempersembahkan Ishak untuk membuktikan keimanannya, Yahudi meyakini bahwa cara untuk menyatakan iman, memperoleh keselamatan, dan melanggengkan hubungan perdamaian dengan Tuhan harus dilakukan dengan mempersembahkan kurban bakaran (Ibrani: qorban; atau Korbanot, qorbanot). Hubungan Tuhan dengan manusia telah terpisah begitu jauh karena dosa Adam dan Hawa sehingga begitu susah manusia untuh meraih Tuhan. Tuhan begitu agung di "atas" dan manusia begitu hina di "bawah". Hubungan yang kaku ini berlangsung begitu lama sejak kejatuhan Adam-Hawa hingga awal Masehi yang diyakini sebagai zaman penebusan dosa.
Allah yg agung itu mau merevolusi cara manusia memandang-Nya. Namun kesucian Allah dan dosa manusia begitu kontras dan membatasi pertemuan Allah dengan manusia. Allah harus turun ke dunia menjadi sama dengan manusia dan dengan begitu dia bisa bersentuhan langsung dengan manusia. Dengan sabda yang selalu diawali kata "Aku berkata kepadamu" (note: nabi dan penyampai firman selalu mengawali dengan kata "Allah berfirman") Yesus menunjukan kuasanya sebagai Allah yang secara pelan pelan ingin mengajarkan langsung keimanan kepada manusia melalui khotbah di bukit2, sinagog, dan pantai. Namun secara paradoks juga untuk menjadi manusia Yesus harus dilahirkan pula, harus menjadi Anak Manusia dan menjalani kodratnya sebagai manusia, dari sini dia mendapat julukan Anak Manusia dan Anak Allah. Dengan menyembuhkan sakit dan lumpuh, Yesus ingin memberi harapan pada manusia bahwa dosamu akan segera lenyap (*dalam pandangan Yahudi sakit selalu adalah akibat dosa). Yesus ingin merombak keyakinan yang melenceng dari cara manusia menyembah Dia. Dosa telah menjauhkan manusia dari Allah dan itu harus diperbaiki hingga tuntas.
Yesus berkata kepada Imam-imam Yahudi dalam Yohanes 2 :19 "Rombak Bait Allah ini, dan dalam 3 hari Aku akan mendirikanya kembali". Sabda ini adalah genderang revolusi, Imam-imam Yahudi dan bangsa Israel yang secara turun temurun selama ribuan Tahun membangun dan menjaga Bait Alah pasti tidak percaya dan menganggapnya mustahil, tapi sabda ini secara fundamental adalah dasar perombakan keimanan manusia.
Di hari Jumat Agung revolusi dibuktikan dengan perubahan fundamental mengenai makna kurban. Sebelumnya, manusia selalu mempersembahkan kurban untuk berdamai dengan Allah, memperoleh keselamatan, mendapat surga setelah kematian dan pada hari itu Allah sendiri yg menggantikan kurban bakaran dengan Dirinya sendiri. Allah ingin mengakhiri hubungan yang kaku dengan manusia, mengakhiri dosa, menyentuh langsung manusia dengan Dirinya, Allah sendiri yg kemudian menjadikan Dirinya kurban bakaran. Yesus yg adalah Allah Agung itu difonis bersalah tanpa kesalahan seperti binatang-binatang kurban yang dibakar dan disembelih tanpa tau apa kesalahanya. Melalui kurban penyaliban Dia menghentikan tradisi lama manusia dalam meraih Tuhan.
Secara kodrati manusia Yesus kemudian wafat pada Jumat Agung sebagai bentuk kurban, dan sesuai sabdaNya, Dia adalah kurban penebusan dosa yang terakhir, setelah ini tidak ada lagi kurban yang harus disembelih untuk menebus dosa-dosa manusia. Pada hari yang sama setelah wafat Yesus, terjadi gempa dan tirai Bait Allah terbelah dua, ini menjadi tanda runtuhnya fundamental Bait Allah sebagai tempat penghapusan dosa. Tirai yng menjadi simbol pemisah hubungan Allah dan Manusia telah terbelah (* Tirai ini adalah pembatas antara Imam dan umat dalam Bait Allah, pada zaman itu yang bisa masuk tirai itu dan berhubungan langsung dengan Allah hanyalah seorang Imam besar untuk mewakili umat meminta penebusan dosa, umat dilarang keras memmsuki tirai tersebut dengan ancaman hukuman mati langsung dari azab Allah). Keselamatan yang harganya sangat mahal itu telah ditebus melalui kurban Yesus dan dari sinilah pengikut Yesus menamai Dia JURU SELAMAT.
Dalam 3 hari sesuai Janjinya, tepat di hari bangsa Israel memperingati hari Paskah (hari untuk memperingati kemerdekaan bangsa Israel dari perbudakan Mesir), Yesus bangkit dan memerdekakan umat manusia dari perbudakan dosa. Kali ini bukan bangunan Bait Allah yang Dia dirikan, melainkan Bait Allah dalam diri manusia-manusia. Bukan lagi persembahan kurban bakaran yang menebuskan dosa, melainkan diri masusia-manusia baru yang sudah bersih dari Dosa Adam-Hawa. Kontrak lama sudah selesai PERJANJIAN LAMA sudah dilunasi, dan PEERJANJIAN BARU mengutus untuk mewartakan keselamatan itu pada semua orang. SELAMAT sudah diberikan, sampai akhir jaman yang perlu dijaga adalah keselamatan itu, barangsiapa menjaganya sampai zaman pengadilan dy berhak akan kemuliaan sorga.
Selamat memperingati Jumat Agung dan merayakan Paskah untuk umat percaya, mari menjaga SELAMAT itu sampai pada kedatanganNya yang kedua kali. Yesus ada di hati kita semua, amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar