Minggu, 09 Agustus 2015

SPICE ISLAND? INDONESIA TITIK SEJARAH DUNIA

Dahulu, sebelum Milenium I seluruh bangsa dunia menilai kekayaan dengan Emas. Kebutuhan manusia diukur dari kekayaan Raja nya sebagai Feodal, seberapa banyak hasil panen nya? Seberapa mampu masyarakatnya dapat makan dengan gandum dan beras? Dan seberapa mampu bangsawan nya memperkaya diri dengan emas.
Sejak Marcopolo dari Venesia (1271) mampu menembus Asia, kekayaan berkembang dengan diperkenalkannya Sutra, dan terciptalah jalur Sutra dari China India sampai ke Mediterania. Semua pedagang membawa dagangan nya menuju Mediterania dimana Emas ditukar dengan Sutra, Gandum ditukar dengan karpet India, dan pertukaran budaya pun menjadi bahan pembicaraan disana.
Munculah salah satu produk perdagangan yang dikenal datang dari India, yakni Rempah-rempah. datang dari India kah? Atau orang India mendapatkannya dari tempat lain? Dari mana? Tenyata pedagang India dan Persia membelinya dari pedagang Bugis di Malaka, sementara Orang Bugis membelinya dari daratan Maluku, SPICE ISLAND!
Orang Eropa saat itu masih menganggap Rempah-rempah datang dari India. Rempah-rempah begitu mahalnya hingga susah terbeli, dan Eropa bergantung sekali dengan perdagangan Mediterania. Dua alasan Eropa datang ke Mediterania, yakni berziarah ke Betlehem san membeli Rempah-rempah. Kaisar Konstantinopel pun akhirnya memindahkan pusat kerajaanya dari Roma menuju Turki Istanbul dan menamainya Konstantinopel.
Terjadi pergesekan budaya di Mediterania sampai pada sentimen agama yang melibatkan permusuhan Kristen dan Islam. Sesungguhnya, kepentingan ekonomi menjadi alasan utama dalam permusuhan ini, namun agama adalah satu2 nya motor pengerak paling sakti untuk menyerukan perang, perang demi membela Tuhan!
Islam di dataran Arab merasakan campur tangan Eropa yang sudah terlalu kelewatan di semenanjung Arab, sementara Kristen di Eropa bergantung pada perdagangan Rempah di Mediterania dan berusaha mengendalikan harga dan perdagangan. Pecahlah Perang Salib dan berseterulah dua Ras ini yang konon katanya membela Tuhan. Agama tidak pernah bertarung, namun hegemoninya dan gaung Agama lumayan jitu untuk menggerakan semenanjung Arab dan seluruh daratan Eropa untuk berperang! Sampai detik ini agama tetap objek kampanye yang paling jitu untuk menggerakan perang 
frown emoticon
Terjadilah ketegangan di Mediterania yang berujung pada dikuasainya Turki sebagai pintu masuk Eropa ke Mediterania oleh Turki Usmani. Eropa tidak lagi bisa berziarah ke Betlehem, terlebih dari itu Eropa tidak lagi bisa membeli Rempah-rempah.
Pada tahun 1400 an Masehi, Eropa melalui Paus Vatican menyerukan "Carilah India!" Jangan lagi lewat daratan, pakai armada laut dan kelilingilah dunia. Inggris dan Belanda saat itu belum memiliki armada laut yang tangguh, terlebih Inggris yang pada saat pemerintahan Raja Henry VIII sedang mempertahankan perpecahanya dari Pengaruh Katholik Vatican dan memilih mendirikan Gereja Anglikan di tangan nya sendiri. Kemudian Paus memilih Portugis dan Spanyol sebagai kerajaan yang tunduk pada Vatican memulai penjelajahannya mencari India. Paus membagi zona penjelajahan menjadi dua, Portugis ke arah benua Timur dan Spanyol ke arah benua Barat.
Portugis diwakili pertama kali oleh Bartolomeus Diaz (1450-1500) yang kemudian diteruskan oleh Vasco de Gama (1469-1524) memulai jalur Timur hingga menemukan India. Sementara Spanyol diwakili oleh Columbus (1451-1506) yang menempuh Jalur Barat kemudian menemukan America yang dia pikir sudah sampai India, dinyatakanlah disana Suku Indian 
smile emoticon
 Perjalanan Columbus dilanjutkan oleh penjelajah lainnya yang ternyata tak kunjung menemukan India dan kebanyakan hanya sampai di kepulauan Filipina.

Dalam masa geliat Eropa mencari India, Indonesia telah banyak mengalami perubahan. Sriwijaya penguasa lautan Hindia yang bercorak Budha telah runtuh sehingga hubungan dengan China pun runtuh. China kemudian terjajah oleh dinasti Khan Mongol pada tahun 1200 an dan kebijakanya lebih pada perang dan bukan lagi diplomasi. Khubilai Khan bahkan menginstruksikan pencarian Spice Island jauh sebelum Eropa menjelajaji Dunia yakni peperangan Khan dengan Singosari sebelum Majapahit berdiri. Di tahun 1400an perdagangan tidak lagi harmonis sejak Eropa datang. Portugis yang sudah menjelajah hingga Malaka berusaha menguasai Malaka dan berperang dengan kekuasaan Malaka pada 1511. Majapahit sendiri runtuh di Tahun 1400 an, dan tergantikan oleh kerajaan Demak yang bernuansa Islam. Pada masa Dinasti demak ini dan didorong oleh latar belakang permusuhan agama pada Perang Salib, tampilah Pati Unus raja kedua Demak menyerang Portugis di Malaka. Dengan penyerangan yang menyebrang laut jawa, Pati Unus kemudian dikenal sebagai Pangeran Sabrang Lor.
Pada tahun 1512 juga Afonso de Albuquerque mengirim Antonio Albreu dan Franscisco Serrao untuk memimpin armadanya mencari jalan ke tempat asal rempah-rempah. Bangsa Eropa pertama yang menemukan SPICE ISLAND (Maluku) adalah Portugis, pada tahun 1512. Pada waktu itu 2 armada Portugis, masing-masing dibawah pimpinan Anthony d'Abreu dan Fransisco Serau, mendarat di Kepulauan Banda dan Kepulauan Penyu. Setelah mereka menjalin persahabatan dengan penduduk dan raja-raja setempat - seperti dengan Kerajaan Ternate di pulau Ternate, Portugis diberi izin untuk mendirikan benteng di Pikaoli, begitupula Negeri Hitu lama, dan Mamala di Pulau Ambon. Namun hubungan dagang rempah-rempah ini tidak berlangsung lama, karena Portugis mengalami perlawanan dari rakyat Maluku.
Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis, dimanfaatkan Belanda untuk menjejakkan kakinya di Maluku. Pada tahun 1605, Belanda berhasil memaksa Portugis untuk menyerahkan pertahanannya di Ambon kepada Steven van der Hagen dan di Tidore kepada Cornelisz Sebastiansz. Demikian pula benteng Inggris di Kambelo, Pulau Seram, dihancurkan oleh Belanda. Sejak saat itu Belanda berhasil menguasai sebagian besar wilayah Maluku.
Kedudukan Belanda di Maluku semakin kuat dengan berdirinya VOC pada tahun 1602, dan sejak saat itu Belanda menjadi penguasa tunggal di Maluku. Di bawah kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen, Kepala Operasional VOC, perdagangan cengkih di Maluku sepunuh di bawah kendali VOC selama hampir 350 tahun. Untuk keperluan ini VOC tidak segan-segan mengusir pesaingnya; Portugis, Spanyol, dan Inggris. Bahkan puluhan ribu orang Maluku menjadi korban kebrutalan VOC.
Dalam seratus tahun sejak Perang Pati Unus 1511 Jawa sudah mengalami tiga kali pergantian dinasti. Demak mengalami pemberontakan Joko Tingkir yang kemudian membunuh Aryo Penangsang sebagai penguasa Demak ( Arya Penangsang terbunuh dengan usus yang keluar dari perutnya dan melilit pada keris Joko Tingkir namun berbau bunga melati, sejak saat itu Laki-Laki jawa harus melilitkan bunga melati pada keris nya setiap saat digunakan ‪#‎ups‬! Back to topik! ) dan Demak berubah dinasti menjadi Pajang. Kemudian terjadi pemberontakan lagi oleh Ki Ageng Pamanahan dan terbentuklah kerajaan Mataram Islam di Jawa dengan Sultan Agung yang terkenal. Pergantian tiga dinasti Jawa ini disaksikan dan dicampuri oleh Sunan Kalijaga dalam masa 100 tahun kehidupannya. Pada pemerintahan Sultan Agung ini Eropa pun sudah mengalami pergantian dominasi penjelajahan laut, saat itu Belanda sudah menguasai Batavia. Terjadilah perang besar Sultan Agung melawan Belanda namun mengalami kekalahan.
Sejak kekalahan Sultan Agung, Belanda kemudian menguasai perdagangan Asia dan Politik raja-raja nusantara. Sampailah pada siapa pemenang Spice Island kemudian, BELANDA!
Rangkaian sejarah tidak berhenti disini, namun dari rangkaian sejarah dunia ini, menjadi tahulah kita SPICE ISLAND yang menjadi sorotan dunia ini adalah INDONESIA. Lalu? Berhentikah kita hanya dengan kebanggaan? Mampukah kita mengulang SPICE ISLAND's efek ini?dimasa ini? Mampukah kita menjayakan kembali INDONESIA?
SUKARNO sudah menggugah kita puluhan tahun yang lalu, nampaknya kita belum juga bangun dari tidur! 
Bangunkanlah SPICE ISLAND!
Bangunkanlah Dunia!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar