Minggu, 09 Agustus 2015

KEJAWEN

Membaca status dari Mas Timur Nugrahatama yang selalu sarat Kejawen, dan selalu menginspirasi untuk menghayati. Saya pribadi "kebatinan" yang susah to the point! Segala sesuatu saya sampaikan tersirat, dikemas sebaik2nya untuk terhindar dari tajamnya kata2 yang menyakitkan hati orang lain. Saya merasa ini kekurangan saya, segala sesuatu menjadi ribet, jauh dari simple, menuntut semua orang paham secara mendalam sampai bisa menerjemahkan sendiri dari maksud2 tersirat yang saya lontarkan. Biarkanlah! Inilah saya dengam keterbatasan dan kekurangan tetap "keukeuh" untuk berusaha berbagi...
Orang jawa memiliki ungkapan kiasan yang penuh makna, namun sekali lagi sarat dengan "kebatinan" di batin sendiri dan diungkapkan tersirat hingga anda perlu sedikit memutar otak untuk paham.
"Dadi uwong ki aja gumunan, kagetan, aleman lan getunan. Dadi menungsa sing isa rumangsa, ora mung rumangsa isa".
1. Jangan "gumunan", menjadi orang jangan dikit-dikit bilang "wow!" Dan semakin menunjukan kalau kita kurang wawasan dan ilmu. Orang yang mudah "gumun" cenderung latah dan meniru-niru, tidak memiliki karakternya sendiri dan hanya bisa mencontoh dan menjadi imitasi sdari orang lain. Susah! Kadang akan dianggap "tampil beda" dan mengundang gosip dan pikiran-pikiran negatif dari orang lain karena anda berbeda. Namun, tampil beda yang dikemas dwngan wawasan dan pengetahuan yang mendalam pasti akan membawa hal-hal positif, jadi tidak asal tampil beda. Jadilah karakter anda sendiri, maka sifat mudah "gumunan" itu tidak lagi melekat.
2. Jangan "kagetan", kaget ini similar dengan makna kurang tenang. Setiap info dan masukan ditanggapi mentah dan dimasukan hati. Sangat menguras energi bagi orang yang selalu mudah bereaksi atas banyak hal. Menjadilah pribadi yang tenang batin, biar segala sesuatu lalu lalang namun tetaplah fokus pada penilaian sendiri, hingga ditemukan mana yang benar mana yang salah. Jangan kaget, latah, dan kuatir dengan segala sesuatu, tetap tenang dan melakukan penilaian terhadap segala sesuatu secara objektif.
3. Jangan aleman, jangan mudah mengeluh!! Setiap keluhan akan berdampak pada hal negatif jika tidak disalurkan dengan benar. Keluhan yang dipendam dalam hati akan mematikan semangat diri, dan keluhan yang dilontarkan secara sembarang akan menimbulkan fitnah dan berita burung yang merusak orang lain. Jadilah pribadi yang teges! Atasi masalah secara cerdas, dan jangan membagikan keluhan melainkan ceritakanlah keberhasilan.
4. Jangan "getunan", jangan mudah menyesali. Segala sesuatu harus disyukuri, dipersiapkan dengan matang, sehingga tidak ada penyesalan di akhir. Sekalipun ada kegagalan, jangan menyesal terus maju dan memperbaiki.
Namun, pandai menulis belum tentu pandai menjalankan. "Sing iso rumongso" mengisyaratkan tidak semua orang bisa merasa dengan baik atas kekuranganya, bisa menghardik dan menjelekan sesamanya dengan mudah namun susah untuk instropeksi diri. Banyak yang mata nya tertutup tebal atas perbuatanya sendiri, tidak sadar kalau semua orang sedang membencinya dan menganggap itu salahnya orang lain. Tidak pandai menaruh kepekaan, apa yang harus diperbuat ketika ternyata banyak yang membencinya, dan segera berekonsiliasi dengan keadaan. Yang ada di pikirannya hanya menghardik dan menyalahkan orang.
Kadangkala rasa percaya diri tidak selamanya baik, sehingga "rumongso iso" menempel terlalu dalam ke hati dan pikiran. Merasa selalu benar dan mampu hingga merasa tidak butuh akan orang lain, merendahkan orang lain dan harus menjilat ludah sendiri ketika ternyata kemudian hari harus meminta keikutsertaan orang. Jangan takabur! Kepandaianmu tetap adalah bagian dari rantai makanan alam, dimana ada lobang2 yang harus ditambal oleh orang lain dan sediakanlah dirimu juga untuk menambal apa yang orang lain tak punya.
Trimakasih mas Timur, ilmu Kejawen nya selalu menginspirasi.
‪#‎efek‬ malam abis makan sate kambing dan susah tidur 
tongue emoticon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar